Selasa

Kabupaten Sumba Barat


Kabupaten Sumba Barat
Kabupaten Sumba Barat merupakan salah satu dari 21 Kabupaten yang ada di dalam wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan ibukota kabupaten yaitu Waikabubak. Pada tahun 2007 Kabupaten Sumba Barat mengalami pemekaran menjadi 2 kabupaten baru yaitu Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Kabupaten Sumba Barat dilalui oleh jalan-jalan nasional dan propinsi, yang menghubungkan kutub-kutub pertumbuhan berskala regional. Hal ini mengakibatkan lokasi Kabupaten Sumba Barat sangat strategis sehingga berdampak positif terhadap kelancaran pergerakan barang, manusia maupun jasa, dengan pengembangan prasarana transportasi darat yang sudah cukup memadai untuk menjangkau seluruh kantung-kantung produksi.

Waingapu Nun Jauh Di sana … (Sumba Timur)

Pulau Sumba, anda tahu dimana? Sebuah pulau di jajaran kepulauan di Nusa Tenggara Timur, nun jauh disana. Penulis ingat karena dulu waktu di sekolah dasar suka pelajaran ilmu bumi, dan selalu ingin melihat pulau-pulau itu langsung. Baru kali ini kesampaian.Sebelum dikunjungi bangsa Eropa pada tahun 1522, Sumba dikuasai oleh Kerajaan Majapahit Sejak 1866, pulau ini dikuasai oleh Belanda dan selanjutnya menjadi bagian Indonesia.

Pulau Sumba luasnya 10.710 km², dan titik tertingginya Gunung Wanggameti 1.225 m. Sumba berbatasan dengan Pulau Sumbawa di sebelah barat laut, Pulau Flores di timur laut, Pulau Timor di timur, dan Benua Australia di selatan. Sumba memiliki 4 kabupaten : Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur. Kota terbesarnya adalah WaIingapu ibukota Sumba Timur.

Jumat

Perjalanan Menuju Surga: Upacara Tarik Batu

Edy Purnomo, fotografer yang sudah melanglang buana dan menghasilkan foto-foto memukau serta penghargaan untuk proyek bukunya “ Dawn Of the 21st Century”, menceritakan pada Panorama tentang perjalanannya ke Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.
Zaman neolitikum memang sudah berakhir lama, ribuan tahun yang lalu, namun orang modern tercengang mengagumi kemampuan para leluhur melakukakn hal-hal yang takterbayang betapa sulitnya. Susunan batu besar di Stonehenge Inggris tentunya sudah sering Anda dengar, bahkan mungkin sebagian dari Anda sudah pernah berwisata ke sana. Namun tak perlu jauh-jauh di
Indonesia bagian timur pun terdapat kebudayaan Neolikum yang bahkan masih berlangsung hingga hari ini.
Megalith atau adalah kumpulan batu pra sejarah berupa tugu atau monument yang tersusun dari satu atau lebih batu dengan ukuran besar. Tugu yang terdiri dari hanya satu batu besar disebut menhir, sedangkan dolmen terdiri dari dua atau lebih batu raksasa yang berdiri tegak yang menopang satu batu horizontal diatasnya. Selain menhir dan dolmen masih banyak lagi macam susunan batu-batu raksasa ini. Suatu fakta menarik selain mengenai ukurannya adalah bahwa batu-batu ini disusun kokoh tanpa bahan semen atau bahan perekat lainnya, melainkan hanya dengan sistem kuncian antar batu.

Sabtu

TIM KUASA HUKUM RAKYAT SUMBA

Kita bersyukur hari ini terbentuk tim pengacara utk membela rakyat Sumba dalam kasus tambang emas yang diketuai oleh YULIUS UMBU MOTO, SH putra Sumba kelahiran Sumba Barat Daya (Wewewa Timur) dan pengacara berpengalaman di Jakarta.
Nama-nama tim pengacara:
1. Yulius Umbu Moto,SH
2. Johan Hursepuny, SH
3. Melkyanus Sapulete, SH
4. Samuel A.U. Malonda, SH
5. Andre A. Usmany, SH
6. Robby Wekes, SH
7. Joelbaner H. Toendan, SH
8. Heintje S. Wagiu, SH
9. Stefanus Roy Rening, SH, MH
10. D.Kondradus, SH, MH
11. Petrus Jaru, SH
12. Valentinus Jandut, SH
13. Abdul Haris, SH
14. Andri Oktriawan, SH
Dalam waktu dekat ketua tim akan turun ke Sumba.

Sumber : Kebamoto blog

Selasa

Ringkasan diskusi tentang Tambang bersama Bupati Sumba Tengah

Bagus Samapaty:
@MUS dan Rudi:Terima kasih atas perhatian anda mengenai kemiskinan,kebodohan dan keterbelakangan masyarakat Sumba. Mengenai masalah tambang di Sumba Tengah, kegiatan tersebut masih bersifat eksplorasi/penelitian mengenai kandungan emas yang terkandung didalamnya. Sebelum diadakan eksplorasi tersebut, telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar,dengan pendekatan yang manusiawi, mengenai kegiatan tersebut dan masyarakat menerima dengan baik karena kegiatan tersebut bersifat penelitian.
Dari hasil eksplorasi tersebut akan diketahui apakah dilokasi itu mengandung emas atau tidak. Jika terkandung emas, apakah akan menguntungkan atau tidak (bagi masyarakat dan perusahaan) jika pada lokasi itu dibuka eksploitasi tambang emas. Apabila dari hasil penelitian lanjutan diperoleh hasil bahwa pelaksanaan ekploitasi tambang emas memberikan dampak negatif, bagi masyarakat terutama, maka Pemerintah Daerah tidak akan memberikan rekomendasi untuk dilakukannya eksploitasi tambang emas di lokasi tersebut.
Saya sebagai pimpinan daerah masih memiliki hati, saya tidak akan menjual kemiskinan masyarakat untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dan saya mengundang anda sebagai peneliti untuk melakukan pengkajian secara ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan mengenai tambang emas ini. Apabila dari hasil penelitian anda diperoleh hasil bahwa eksploitasi tambang memberikan dampak negatif, maka hasil penelitian itu akan kami jadikan dasar untuk rekomendasi agar tidak dilakukan eksploitasi di lokasi tersebut.
Saya juga bersedia untuk berdiskusi kepada anda mengenai tambang emas ini,dimana saja dan kapan saja, saya siap.
Mengenai pelaku pembakaran alat bor tersebut, sudah diserahkan sepenuhnya pada kepolisian agar diproses secara hukum, dan diharapkan akan diketahui juga dalang dari pembakaran alat bor itu. Jika sudah diserahkan pada Kepolisian, tidak ada pihak manapun yang bisa mengintervensi proses hukum tersebut. (Drs.Umbu.S.Pateduk)

Kamis

Rekaman Wawancara Radio U.S.Pateduk dan Dr.Keba Moto


Pagi ini saya akan berbagi file Mp3. berupa rekaman wawancara Radio Green Talk beberapa waktu yang lalu dengan Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk dan Dr.Keba Moto sehubungan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah untuk membuka Tambang Emas di wilayah Tana daru dan Manu Peu.
Dimana kita ketahui bersama ada yg Pro dan ada juga yang Kontra
Bagi teman2 yang ingin mendengarnya, Langsung aja Cekidot disini:

Selasa

POLISI SUMBA BARAT DILAPORKAN MEMBONGKAR PAGAR KEBUN WARGA TANAH DARO

Menurut informasi via telepon dari warga lokasi tambang tanah daro, kemarin polisi sumba barat membongkar paksa pagar para warga yg tidak setuju lahannya dijadikan lokasi tambang. Kehadiran polisi difasilitasi bagiam BAPPEDA PEMDA Sumba Tengah Bpk. Umbu Sorung yg tentunya (masuk akal) atas perintah Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk.
Informasi pribadi (pertelepon) yg diperoleh MUS dari POLRES Sumba Barat, mengatakan bahwa polisi membongkar pagar karena ada ijin dari warga pemilik lahan.
Agak aneh memang bagaimana polisi terlibat dalam masalah perdata sedangkan warga menolak tambang dari awal. Apakah polisi mengantongi ijin tertulis?
Diharapakan DPRD Sumba Tengah ikut bersuara dalam menjernihkan masalah ini. Jadi jangan diam saja menyaksikan penderitaan rakyat yg aspirasinya diplintir pemerintah.

Senin

IUP TAMBANG: Lahan seluas 1,5 luas kabupaten Sumba Barat dikuasai PT. Fathi, penduduk SUMBA sebanyak penduduk Sumba Barat GAMANG

Ringkasan Talk Show Radio Maraga FM di Waikabubak
Sumba Barat-NTT
===================
RINGKASAN:
Luas 100.000 ha lahan yg diserahkan ke PT.Fathi sama dengan 1000 km2. Luas ini setara dengan 1,5 luas sumba barat. Jika kepadatan penduduk rata-rata pulau sumba 1 jiwa/hektar, maka ada 100.000 jiwa yg kehilangan ruang hidupnya dan jumlah ini sama dengan jumlah penduduk Sumba Barat. Mau kemana org2 ini dialihkan?
===================
Nara Sumber: Dr. Kebamoto (KM)
Pewawancara: Radio Maraga (RM)

RM: Masyarakat lingkar Tambang Tana Daru-Manupeu menyurati bupati dalam upaya menolak Tamabang emas di Sumba Tengah dengan alasan kerusakan lingkungan, kehilangan lahan dan lain-lain. Bagaimana tanggapan Bapak Kebamoto.
KM: Saya mau bicara dari awal dan nantinya akan sampai ke pertanyaan itu. IUP yang dikeluarkan gubernur NTT telah mengijinkan PT. Fathi Resources untuk melakkan ekplorasi pada lahan sebanyak 100.000 ha. Di depan saya ada peta yang merupakan lampiran IUP tersebut dan lahan yang diberikan kepada Fathi terbentang dari ujung Kodi menurut pesisir pantai selatan sampai Gaura, Laboya dan Wanokaka. Lalu di kawasan Tana Daro-Manu Peu terbetang ke Utara sampai batas Mamboro, dan seluruh desa di Utara. Lalu pesisir selatan Sumba Timur termasuk Juga Wangga Meti. Tanah seluas ini sekitar 1000 km2 sebanding dengan 1,5 kali luas kabupaten Sumba Barat.

Selasa

INTENSIFKAN TOLAK TAMBANG

Dr. rer.nat. Kebamoto

Sumba yang kita sebut sebagai “Tana Marapu” ini sedang diincar prusahaan besar Australia yang bernama Hillgroveresources lewat PMA di Jakarta yang bernama PT. Fathi Resources. Setidaknya ada dua project besar yang disebut Hilgroveresources yaitu: MASU PROJECT di daerah sekitar Pegunungan Wanggameti dan TANAH DARO PROJECT di sekitar pegunungan Tanah Daro. Bahkan, kata pihak pers dalam komunikasi dengan kami, PT. Fathi Resouces sedang mengincar Sumba Barat yaitu di Kadengara (Laboya) dan Wee Tana (Gaura). Lihat keterangan lengkap di web Hillgroveresources!
Pada waktu kami siaran radio di Max FM Waingapu, diberi judul ”Tambang emas: berkat atau bencana”. Persis inilah buah simalakama yang dibawa Hillgroveresources lewat PT. Fathi Resoueces di pelataran diskusi para putra-putri titisan Marapu dari “Tana Marapu” saat ini. Setidaknya, buah simalakama ini membelah dua kelompok yaitu setuju tambang dengan berharap berkat dari tambang dan kelompok penolak tambang yang takut dan trauma dengan bencana tambang yang dalam argumentasinya tidak selalu dalam bentuk bencana alam.
Kelompok penerima pada umumnya datang dari Bupati sebagai pemberi ijin. Entahlah para kepala Dinas atau DPRDnya kalau ada yang menolak. Biasanya ada saja pihak internal pemerintahan yang nuraninya, tetapi tidak berani terang-terangan. Mereka ini adalah “silent minority” dalam pemerintahan sekarang ini. Sedangkan kelompok penolakn adalah intelektual, rohaniawan, mahasiswa dan rakyat pemilik lahan baik yang tergabung dalam LSM maupun di luar LSM.
Kata beberapa orang dalam komentarnya di akun FB “Mata untuk Sumba/MUS” bahwa terlalu dini untuk kita membicarakan tambang emas ini secara serius dan biarkanlah itu menjadi urusan pemerintah. Toh masih tahap eksplorasi dan bukan tahap eksploitasi…”. Saya kira ini pendapat keliru dengan alasan URGENSI sebagai berikut:

Tambang: Untung atau Buntung?

Oleh: Theresia Kawatang Bora (Praktisi Tambang).
Sebagai orang Sumba yang pernah belajar tambang 5 tahun dan saat ini mencari nafkah dari pertambangan mau mensharingkan beberapa hal kecil yang saya tau dan alami:
1. Pertambagan adalah pekerjaan yang memiliki multiply effect yang sangat besar karena melibatkan berbagai disiplin ilmu. Contoh kecilnya untuk peralatan membutuhkan teknik mesin,u/ sistem pelaporan butuh IT,admin,u/ pembangunan fasilitas butuh teknik sipil,untuk penanganan reklamasi butuh teknik lingkungan,yg saya yakin byk putra/i sumba yang mengenyam ilmu2 tersebut dibangku kuliah, bahkan tenaga para petanipun bisa dipakai dlm reklamasi.
Saya sangat tidak setuju ketika dikatakan "Kita tidak bisa serta merta mempekerjakan para petani untuk masuk dan bekerja dalam rana tambang",,saat ini sudah byk putra/i sumba yang menempuh pendidikan tinggi untuk menjadi lebih dari seorang "petani". Bukannya saya anti dengan kata2 itu, krn sy bs seperti skrg ini karena petani,, tp berhentilah berpikiran yang stag,,jgnlah potensi putra/i sumba dibatasin dgn kata petani.
2. Sumbangan pertambangan ke masyarakat jgn selalu dipikirkan harus dlm bentuk rupiah,, krn dlm perusahaan pertambagan ada program Community development (pengembangan Masyarakat) yang mempunyai anggaran khusus mengembangankan masyarakat lewat kesehatan,pendidikan,UKM dll.
‎3. Menyusun sebuah AMDAL (Analis Mengenai Dampak Lingkungan) tidaklah semudah yang dibayangkan,, untuk penyusunan AMDAL dilakukan org2 yang kompeten,karena harus membuat perencanaan aktifitas,produksi,tenaga kerja, dll besarta biayanya dan harus dipertanggung jawabkan kpd Kementrian ESDM, dan akan awasi langsung oleh ESDM.

Jumat

Manusia Raksasa Sumba, Mungkinkah Pernah Hidup?

Dari tiga puluh cerita rakyat Sumba Timur yang berhasil penulis himpun belum lama ini, sebagian besar bercerita tentang mulimongga (manusia raksasa), tentang meurumba (singa dan harimau). Di Sumba Barat ada cerita tentang gajah.
Dalam image orang Sumba diyakini, bahwa manusia raksasa itu memiliki tinggi badan 4 meter, dan sekali melangkah bisa mencapai beberapa ratus meter. Ini sebuah hiperbolisme tentunya, mengingat Homo Neanderthal yang ditemukan di Dusseldorf Jerman Barat pada 1856 mempunyai tinggi badan hanya 210 cm, berat badan 150 kg, serta volume otak 2000cc (orang Eropa modern 1480-1550 cc).
Manusia raksasa Sumba Barat disebut maghurumba atau meurumba, sedangkan di Sumba Timur disebut mulimongga dengan ciri-ciri bulu panjang, gigi sebesar kapak, sekali melangkah beberapa ratus meter, karena itu suku Kambera menyebutnya “punggu pala” yang artinya potong kompas.
Sifat-sifat manusia raksasa Sumba, bodoh, takut anjing, takut mendengar suara tokek, kanibalistis. Hal ini mengingatkan kita pada Homo Soloensis yang hidup 429.000 – 236.000 tahun yang lalu, yang menurut Dr. Frans Dahler dalam bukunya Asal dan Tujuan Manusia juga kanibalis. Kecuali itu tutur kata manusia raksasa Sumba dikatakan belum sempurna sama seperti anak-anak yang beru belajar berbicara, mengingatkan kita pada Homo Neanderthal yang hidup 250.000 tahun yang lalu juga halnya sama.
Beberapa cerita burung Sumba Timur menyebutkan, sekitar tahun 1927 masih ditemukan satu mulimongga di Desa Komba Pari Kecamatan Lewa, kemudian juga di Kecamatan Mangili, bahkan ada marga Mangili menyebutkan bahwa mereka turunan mulimongga. Sekitar 25 tahun yang lalu di Desa Watumbelar, kecamatan Lewa dikhabarkan ditemukan rangka manusia yang tinggi badannya 4 meter.

MENGHITUNG UANG SUMBA TENGAH DARI TAMBANG EMAS:

Tambang emas jalan: Rp 100 M/tahun
Tanam kayu Rp 1,2 T/tahun. Pilih yang mana eee… katanya mau uang..????
Saya kira kita setuju bahwa uang sangat penting untuk mensejahterakan Rakyat. Pemerintah Sumba Tengah ingin memperoleh uang dari Tambang Emas untuk mensejahterakan rakyat. Tetapi pertanyaannya berapa banyak uang dari tambang emas itu? Jika kita lebih memilih emas di atas tanah yaitu pohon mahonui misalnya, berapa pula uangnya?
Kajian (simulasi) ini kiranya dapat menolong kita dalam berpikir jernih!

Uang dari tambang emas:
Anggapan:
1. setelah 2018 tambang dimulai dan katakanlah kontrak 30 tahun. Rasanya penambang tidak akan mau kontrak hanya 10 tahun. Sebabnya butuh waktu untuk berproduksi. Ingat bahwa untuk eksplorasi saja dibutuhkan 9 tahun (2009-2018) sesuai ijin dari gubernur.
2. Luas areal tambang 10.000 ha ada di Sumba Tengah tidak hanya lubang tambang saja. Ada jalan oto, ada kantor, ada tempat proses dll. Jadi kita anggap tambangnya sendiri berbentuk kerucut terbalik yang jari-jarinya 2 km.
3. Kedalaman lubang tambang saya taksir 6 km juga. Sebab perbandingan jari-jari kerucut dengan tingginya tidak boleh jauh-jauh. Kalau tidak bagaimana mungkin dibuat jalan berkelok-kelok agar truk pengangkut tanah bisa mengangkat tanah dari lubang tambang terbawah.
4. Berat jenis tanah kita pakai saja yang umum 2,65 g/cm3 dan kalau ada batunya kita taksir rata-rata 2,8 g/cm3 atau 2.800 kg/m3.
5. Kita anggap juga kandungan emas dalam tanah Sumba tengah 6 g/ton tanah. Ini sebetulnya pukul tinggi, sebab Freeport saja 7 g/ton tanah. Tapi tidak apa-apa. Menghayal boleh dong… tapi ingat-ingat bahwa kita “hantam mimpi tinggi” dalam menantikan uang dari PT. Fathi.
6. haga emas batangan Rp. 400.000/gram seperti harga di Jakarta saat ini. (mudah-mudahan naik terus ya…)
7. Kita anggap PT.Fathi ini member Sumba Tengah 10% dari semua hasil emas ini. Ini pun mimpi dengan alasan:

Konferensi pers penolakan tambang di Sumba

PENOLAKAN TAMBANG EMAS DI DARATAN SUMBA
Dr. Kebamoto
(ktanabi@gmail.com)
Dasar:
1. Berbagai masukan dalam interaksi lewat forum Face Book dengan akun “Mata untuk Sumba (MUS)” dengan jumlah pengikut sekitar 1600 akun.
2. Saya juga dapat diposisikan sebagai Doktor Ilmu Pengetahuan Alam, staff dosen pada Universitas Indonesia, yang melaksanakan fungsi pengabdian masyarakat dengan inisiatif pribadi karena keterkaitan sebagai putra daerah Sumba.

Dasar penolakan:
1. Ribuan hektar sawah yang terhampar di 3 kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya serta lahan-lahan pertanian produktif lainnya akan terancam menjadi hamparan lahan tandus karena ketiadaan pasokan air.
Hamparan sawah yang berada di dataran rendah di bagian tengah, barat dan selatan ketiga kabupaten ini mendapatkan pengairan dari sumber air yang keluar pada titik-titik tertentu yaitu dari dalam gua/tanah. Dari petunjuk-petunjuk alam seperti deretan sumber mata air, deretan hutan dan topografi pulau Sumba memberikan INDIKASI bahwa tata air (hidrologi) berupa sungai-sungai dalam tanah berasal dari pegunungan Tana Daru dan sekitarnya. Belum jelas apakah reservoir air yang merupakan hulu suangai-sungai bawah tanah tersebut hanya berada di bawah pegunungan Tana Daru ATAU berupa deretan reservoir air yang berantai di bawah gunung-gunung lain pada radius puluhan kilometer dari pusat Tana Daru. Naiknya air tanah yang yang mengalir lewat sungai-sungai bawah tanah, disebabkan struktur geologi dan tekanan massa pegunungan Tana Daru dan gunung-gunung lain di sekitarnya.

Kamis

Pasola, Tragedi Asmara di Padang Savana

Membedah pulau Sumba terbesit pesan Sumba adalah pulaunya para arwah. Di setiap sudut kota dan kampungnya tersimpan persembahan dan pujian para abdi. Nama Sumba atau Humba berasal dari nama ibu model Rambu Humba, istri kekasih hati Umbu Mandoku, salah satu peletak landasan suku-suku atas kabisu-kabisu Sumba. Dua pertiga penduduknya adalah pemeluk yang khusuk berbakti kepada arwah para leluhurnya, khususnya kepada bapak besar bersama, sang pengasal semua suku.

Marapu menurut petunjuk dan perhitungan para Rato, Pemimpin Suku dan Imam agung para Merapu. Altar megalithic dan batu kuburan keramat yang menghias setiap jantung kampung dan dusun (paraingu) adalah bukti pasti akan kepercayaan animisme itu.

PT Fathi Resources: Serangan Itu Rugikan Perusahaan

Direktur Utama PT Fathi Resouces Ahmad Chandra mengaku, kasus penyerangan dan pembakaran peralatan pengeboran milik perusahaan oleh warga sangat merugikan perusahaannya. Dia berharap, pelaku tindakan anarkis itu diproses sesuai hukum yang berlaku.

Hal itu dikatakan Ahmad Chandra kepada SP saat dihubungi melalui telepon genggamnya dari Kupang, Jumat (8/4) pagi. Dia mengaku, sedang berada di Bali dalam perjalanan menuju Sumba Tengah.

Dia menduga, ada sejumlah provokator yang memotivasi dan mendorong warga untuk melakukan tindakan penyerangan terhadap pekerja dan pembakaran fasilitas pengeboran milik perusahaan, sesuai pengakuan sejumlah warga yang bekerja pada perusahaannya. Padahal, keberadaan perusahaannya berdasarkan izin yang dikantonginya, baik dari Kementerian Pertambangan Mineral dan Energi, Pemerintah Provinsi NTT, maupun pemerinth Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah.

20 Warga Sumba Tengah Segera Diperiksa

Penyidik Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengidentifikasi sekitar 20 orang warga yang diduga melakukan penyerangan terhadap para pekerja PT Fathi Resorches yang tengah melakukan pengeboran untuk pengambilan sampel batuan di Kabupaten Sumba Tengah, pekan lalu.

Kapolres Sumba Barat AKBP Yayat Jatmika saat dihubungi per telepon di Waikabubak, Senin (11/4) pagi mengatakan, penyidik segera melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku.

Dikatakan, meski para pelaku belum ditahan, namun bila dalam pemeriksaan terbukti melakukan penyerangan serta pengrusakan fasilitas perusahaan, akan ditetapkan sebagai tersangka dan akan ditahan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk provokatornya. Sebab, polisi sudah mengantongi nama-nama oknum yang memprovokasi warga untuk melakukan penyerangan serta melakukan tindakan anarkis lainnya.

Pesona Keindahan Sumba

SUMBA yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga terkenal dengan Waikabubak merupakan ibu kota Kabupaten Sumba Barat.

Kota Waikabubak sama seperti kota kabupaten lain di NTT dengan ruas jalan licin berlapis hot mlx, jalan yang meliuk di bawah perbukitan dan juga terdapat deretan rumah tradisional warga seperti di Kampung Tarung, Tambelar, Dessa Elu, Bodo Ede, dan Kampung Paletelolu yang masih memegang teguh keaslian budaya mereka.

Menelusuri Jejak Mahapati Gajah Mada di Pulau Sumba

Tidak mengherankan apabila kita menemukan deretan nama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mirip atau sama dengan nama-nama jawa zaman Majapahit. Nama orang, gelar, nama benda dan berbagai hal, termasuk bentuk rumah (sumba), alat senjata, alat kerawitan dan beberapa upacara ritus.
D.K. Kolit dalam pengaruh Majapahit Atas Kebudayaan Nusa Tenggara Timur menyebutkan sederetan nama di NTT yang mempunyai kaitan dengan nama-nama Jawa (Majapahit). Umpamanya, Jawa, Gajah Mada, Bata, jati, Giri, Pati Gela, Nala, Bako, Dewa, Paji, Demang, Rangga, Sima, Leko, Dara, Wonga (1982:48).
Tidak adanya pencatat sejarah di NTT menyebabkan hilangnya peristiwa bersejarah masa lalu. Misalnya beberapa nama pahlawan Sumba yang gigih menentang kolonial Belanda sulit dilacak kisahnya. Sebut saja Umbu Rara Meha di Sumba Timur, Umbu Tagela Bani, Lelu Atu dan Wona Kaka di Sumba Barat. Khusus untuk pahlawan Wona Kaka dikhabarkan beliau di buang ke Nusa Kambangan pada tahun 1913, sedangkan 66 orang kawan seperjuangannya dibuang ke Aceh, Pangkal Pinang, Batavia (Jakarta), dan lain-lain.

Selasa

Selamat Datang di Pulaunya Para Marapu

Pulau Sumba didiami oleh suku Sumba dan terbagi atas dua kabupaten, Sumba Barat dan Sumba Timur. Masyarakat Sumba cukup mampu mempertahankan kebudayaan aslinya ditengah-tengah arus pengaruh asing yang telah singgah di kepulauan Nusa Tenggara Timur sejak dahulu kala. Kepercayaan khas daerah Marapu, setengah leluhur, setengah dewa, masih amat hidup ditengah-tengah masyarakat Sumba ash. Marapu menjadi falsafah dasar bagi berbagai ungkapan budaya Sumba mulai dari upacara-upacara adat, rumahrumah ibadat (umaratu) rumah-rumah adat dan tata cara rancang bangunnya, ragam-ragam hias ukiran-ukiran dan tekstil sampai dengan pembuatan perangkat busana seperti kain-kain hinggi dan lau serta perlengkapan perhiasan dan senjata.

LINK EXCHANGE

Untuk mempererat persahabatan diantara para blogger khususnya di Indonesia, Saya menyediakan halaman khusus untuk bertukar link atau bahasa kerennya Link Exchange.

Bagi anda yang ingin bertukar link dengan Blog saya Dibawah ada Mr. Linky silahkan tulis sendiri link anda dan jangan lupa konfirmasi lewat buku tamu atau kolom komentar setelah anda memasang link anda

Mohon tidak menulis link hidup di kolom komentar,karena dengan sangat menyesal saya akan menghapusnya.


Followers