Jumat

MENGHITUNG UANG SUMBA TENGAH DARI TAMBANG EMAS:

Tambang emas jalan: Rp 100 M/tahun
Tanam kayu Rp 1,2 T/tahun. Pilih yang mana eee… katanya mau uang..????
Saya kira kita setuju bahwa uang sangat penting untuk mensejahterakan Rakyat. Pemerintah Sumba Tengah ingin memperoleh uang dari Tambang Emas untuk mensejahterakan rakyat. Tetapi pertanyaannya berapa banyak uang dari tambang emas itu? Jika kita lebih memilih emas di atas tanah yaitu pohon mahonui misalnya, berapa pula uangnya?
Kajian (simulasi) ini kiranya dapat menolong kita dalam berpikir jernih!

Uang dari tambang emas:
Anggapan:
1. setelah 2018 tambang dimulai dan katakanlah kontrak 30 tahun. Rasanya penambang tidak akan mau kontrak hanya 10 tahun. Sebabnya butuh waktu untuk berproduksi. Ingat bahwa untuk eksplorasi saja dibutuhkan 9 tahun (2009-2018) sesuai ijin dari gubernur.
2. Luas areal tambang 10.000 ha ada di Sumba Tengah tidak hanya lubang tambang saja. Ada jalan oto, ada kantor, ada tempat proses dll. Jadi kita anggap tambangnya sendiri berbentuk kerucut terbalik yang jari-jarinya 2 km.
3. Kedalaman lubang tambang saya taksir 6 km juga. Sebab perbandingan jari-jari kerucut dengan tingginya tidak boleh jauh-jauh. Kalau tidak bagaimana mungkin dibuat jalan berkelok-kelok agar truk pengangkut tanah bisa mengangkat tanah dari lubang tambang terbawah.
4. Berat jenis tanah kita pakai saja yang umum 2,65 g/cm3 dan kalau ada batunya kita taksir rata-rata 2,8 g/cm3 atau 2.800 kg/m3.
5. Kita anggap juga kandungan emas dalam tanah Sumba tengah 6 g/ton tanah. Ini sebetulnya pukul tinggi, sebab Freeport saja 7 g/ton tanah. Tapi tidak apa-apa. Menghayal boleh dong… tapi ingat-ingat bahwa kita “hantam mimpi tinggi” dalam menantikan uang dari PT. Fathi.
6. haga emas batangan Rp. 400.000/gram seperti harga di Jakarta saat ini. (mudah-mudahan naik terus ya…)
7. Kita anggap PT.Fathi ini member Sumba Tengah 10% dari semua hasil emas ini. Ini pun mimpi dengan alasan:

- Newmount Sumbawa saja, rakyatnya demo menuntut 7%.
- Pembicaraan saya dengan pelaku tambang emas, konsesi tambang emas itu tidakada ketentuan. Itu bergantung negosiasi dengan pemerintah. 10% itu sudah tinggi katanya. Sebabnya tambang emas itu mahal karena ada uang untuk “entertaint” pejabat dan keamanan utk menjaga agar pekerja tidak membawa keluar sebutir pasir pun emas ke luar. Apa artinya “entertaint” ya?kalau saya yang tidak pintar bahasa inggris saya terjemahkan sebagai biaya merawat pejabat. Oh.. jangan salah sangka. Saya tidak menuduh siapa-siapa. Ini informasi dari daerah tambang yg sudah beroperasi. Besarnya khan tidak dijelaskan.
8. Saya juga baca bukunya Robert T. Kiyosaki, “Rich dad, Poor Dad”. Robert bilang “pengusaha itu tidak bisa dikejar pemerintah untuk dapat uangnya. Mau pajak berapa persen pun pengusaha tidak tolak tetapi dia punya cara “lari”. Misalnya bos pengusaha ini pergi pancing ini pergi pancing di Scotlandia, maka biaya yang dikeluarkan dimasukan dapat kolom pengeluaran perusahaan sebagai ongkos rapat ke Scotlandia” , kata Robert. Bisa nggak beli HP, IPad, mobil dimasukkan biaya perusahaan? Bisa nggak beli gedung di Jakarta lalu disewakan sendiri kepada PT.nya dan perusahaan harus membayarnya? BISA!!!
Lha, penghasilan netto perusahaan turun dong….. berarti bagian Sumba Tengah 10% juga turun dong… ya pastilah. Kecuali Sumba Tengah pemegang saham juga sehingga punya hak suara. Itu pun kalau salah satu penanda tangan cek keluar salah satunya dari bupati. Bisa nggak ya?
Tapi OK-lah saya mau hitung uangnya nih! Kita harus percaya bahwa PT ini jujur dan kalau Sumba Tengah dapat bersih 10%. Tapi sebentar dulu, waktu orang Fathi omong ke Pos Kupang dalam kasus protes wangga meti dia bilang kasih “70%” ke PEMDA. Wei… baik hati ya… saya tidak pakai 70% ge. Karena bagi saya tidak masuk akal…. Mudah-mudahan kelewat nol saja…
Mari kita mulai hitung uang konsesi emas Sumba Tengah!
Volume tanah yang digali = 1,3 x (2km)3 = 8x36=10,4 juta m3.
Oh ya, Sumba Tengah 51 % gunungnya 500 m ya. Kalau begitu kita tambah kerucut ke atas yang alasnya sama tetapi tingginya hanya 500 m=0,5 km alias 1/12 dari kedalaman luang. Tapi gunungnya tidak satu melainkan kumpulan gunung… kalau begitu kita taksir 1/20 lah!
Jadi volume tanah yang diproses jadi emas: 10,4 juta m3 + 1/20. 10,4 juta m3 = kira-kira 11 juta m3!
Maka berat tanah seluruhnya 11 juta m3 x 2.800 kg/m3 = 30,8 juta ton tanah.
Jumlah emasnya : 30,8 juta ton tanah X 0,006 kg emas/ton tanah = 185 ton emas
Uangnya berapa ya??? 185 juta gram x Rp 400. 000 = Rp. 74 juta. Juta alias Rp 74 triliun Wei banyak eee…..
Tunggu dulu… emang emas itu nongol sendiri di atas tanah? Perlu ongos produksi tauk! Tadi itu lho yang diatas-atas masuk ongkos produksi. Katakan saja 60% ongkos produksi.
Maka uang yang dibagi-bagi tinggal 40% saja yaitu 0,4 x Rp 74 T = Rp 29,6 T. weii…. Buanyak sekali ee….ckckckck !!!

( Jangan serakah ah… 80% untuk Hill Grove Australia sama dengan Rp. 23,68 T dan Rp. 5,92 T rupiah untuk PT. Fathi Indonesia).
Wah… bingung nih… Sumba Tengah dapat dari bagiannya Fathi atau dari seluruhnya ya….?
Supaya tidak pusing hantam saja dari Rp. 29,6 trilliun itu, berarti Sumba Tengah dapat 2,96 T rupiah. Wooowwww……!

Tapi ini diperoleh selama 30 tahun, berarti uang konsesi emas untuk sumba tengah 2,96 T/30 tahun = 0,0986667 T pertahun alias Rp 100 Milyar
Yah… kau uang sebanyak itu dikasih ke hostnya MUS besar sekali dong…. Tapi untuk kabupaten hanya 1/3 dari RAPD-nya. Itu pun, ada sejumlah pertanyaan:
-Biaya pengamanan kalau ada demo siapa yang tanggung ya?
-Kalau ada gugat-menggugat biaya pengacara siapa yang tanggung ya..?
-Sampai semua nggak ke rakyat…. (maaf, ini pertanya umum di Koran-koran)

Mari kita bandingkan dengan emas di atas tanah:
Ide saya yang paling gampang dan tidak membutuhkan mutu SDM yang tinggi: Tanam kayu!!

Kalau kita tanam mahoni dengan jarak 2 m x 2m maka, setiap m2 tanah ada 1 pohon mahoni. Jadi 1 ha ada 10.000 pohon mahoni. Untuk 100 hektar saja ada 1.000.000 pohon mahoni. Di antara 4 batang pohon mahoni itu, kita tanam pohon gaharu. Maka setiap 1 m2 tanah ada ¼ pohon gaharu. Jadi 1 ha tanah 2.500 pohon gaharu. Maka 100 hektar ada 250.000 pohon gaharu.

Katakan saja Sumba Tengah menanam 100 ha dalam setahun, maka dalam 10 tahun akan menanam 1.000 hektar saja. Dalam 100 tahun baru bisa menanami 10.000 ha itu. Tapi tidak apa-apa. Tentu tidak semua gunung bisa ditanami. Kalau tambang dia libas saja semua. KITA PATOKAN 1.000 hektar saja dan 100 hektar/tahun.

Mulai 2012 tanam 100 ha, lalu 100 ha lagi 2013 dst.ya sampai 10 tahun. Kira-kira tahun 2017 sudah panen 100 ha pertama dan langsung ditanami lagi bahkan hanya penjarangan karena mahoni beranak sendiri, 2028 panen 100 ha kedua dan seterusnya.

Mari kita hitung uang harga mahoni kita dengan anggapan 2 pohon = 1 m3 kayu dengan harga tahun 2017 Rp 5.000.000/m3. Soalnya sekarang saja sudah Rp 2.500.000 – Rp 3.000.000 /m3 di SUMBA!
Untuk pohon gaharu 1 m3 saat ini Rp 50 juta. Katakan saja 1 pohon harganya Rp 10juta tahun 2027.

Uang yang didapat sejak tahun 2027 adalah:
1. Dari mahoni 1.000.000 pohon x Rp 2.500.000/pohon = Rp 2,5 T
2. dari gaharu 250.000 pohon x Rp 10.000.000/pohon = Rp 2,5 T juga

Jumlah uang harga mahoni dan gaharu Rp 5T/tahun.

Modal tanam kayu:
1. tanah di pedalaman Rp 2.000/m2, maka 1 ha = Rp 20 juta. 100 ha sama dengan Rp 2 M
2. biaya gali lubang, pupuk kandang dan angkut anakan per pohon Rp 2.000 juga, maka 1juta mahoni dan 250.000 gaharu biayanya 1,4 juta pohon x Rp 2.000/pohon = Rp 2,8 M
3. Supaya tidak terbakar, setiap tahun alang-alangnya dipotong dengan tenaga kerja local dengan biaya Rp. 1 juta/ha (Ini sudah saya lakukan!!!) = Rp 100 juta
3. biaya gergaji, angkut dan lain-lain Rp. 96,2 M, maka total pengeluaran/tahun

Maka keuntungan dari hasil kayu Rp 4 T/tahun.

Tergantung polanya bagaimana. Bila kayu itu milik pihak ke-3 dan bukan milik daerah, maka dari pajak progresif saja, pemerintah mendapatkan 30%xRp 4 T= 1,2 T/tahun.

Sangat besar ya…. Kenapa dilupakannn?????

Keuntungannya:
-Hutan ada banyak dan hujan turun terus
-Daya dukung tahan dan lingkungan tinggi (saya tidak usah omong lagi tentang ini…)
-Dengan Carbon Trade , mungkin US 40 hektar hutan… wei dapat duit lagi ya….
-Yang penting BUPATI tidak di-“maki-maki” lagi sama rakyatnya.
Semoga Berguna dan membuka wawasan. Demi Sumba saya buka rahasia ini. Saya karena uang sedikit saya baru tanam 40.000 pohon mahoni dan tahun 2022 saya sudah jadi milyarader juga. Kalau bukan saya, anak cucuku. Anak cucu-MU bagaimana?

(DR.KEBA MOTO BUKA RAHASIA HABIS HABISAN)

1 komentar:

Followers