Selasa

POLISI SUMBA BARAT DILAPORKAN MEMBONGKAR PAGAR KEBUN WARGA TANAH DARO

Menurut informasi via telepon dari warga lokasi tambang tanah daro, kemarin polisi sumba barat membongkar paksa pagar para warga yg tidak setuju lahannya dijadikan lokasi tambang. Kehadiran polisi difasilitasi bagiam BAPPEDA PEMDA Sumba Tengah Bpk. Umbu Sorung yg tentunya (masuk akal) atas perintah Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk.
Informasi pribadi (pertelepon) yg diperoleh MUS dari POLRES Sumba Barat, mengatakan bahwa polisi membongkar pagar karena ada ijin dari warga pemilik lahan.
Agak aneh memang bagaimana polisi terlibat dalam masalah perdata sedangkan warga menolak tambang dari awal. Apakah polisi mengantongi ijin tertulis?
Diharapakan DPRD Sumba Tengah ikut bersuara dalam menjernihkan masalah ini. Jadi jangan diam saja menyaksikan penderitaan rakyat yg aspirasinya diplintir pemerintah.

Anehnya, pada waktu warga mengajukan surat penolakan, bupati sumba tengah menanggapi bahwa surat mereka salah alamat. Mengapa sekarang bupati Sumba Tengah "memasang badan" membela tambang dan melawan rakyatnya sendiri?
Bupati Sumba Tengah seharusnya memposisikan diri sebagai regulator dan bukan sebagai pemilik tambang atau kacungnya PT. Fathi Resources!
Apakah bupati Umbu Sappi Peteduk mau mengatakan bahwa rakyat bukan urusannya dan sekarang urusan bupati adalah "PT.Fathi dan Tambangnya"?

Kebamoto, penolak tambang demi keselamatan lingkungan hidup Sumba

1 komentar:

  1. SAMPAI TETES DARAH TERAKHIRPUN JANGAN BIARKAN SUMBA PULAU MARAPU DI KUASAI ORANG LAIN.

    BalasHapus

Followers