Selasa

Kabupaten Sumba Barat


Kabupaten Sumba Barat
Kabupaten Sumba Barat merupakan salah satu dari 21 Kabupaten yang ada di dalam wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan ibukota kabupaten yaitu Waikabubak. Pada tahun 2007 Kabupaten Sumba Barat mengalami pemekaran menjadi 2 kabupaten baru yaitu Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Kabupaten Sumba Barat dilalui oleh jalan-jalan nasional dan propinsi, yang menghubungkan kutub-kutub pertumbuhan berskala regional. Hal ini mengakibatkan lokasi Kabupaten Sumba Barat sangat strategis sehingga berdampak positif terhadap kelancaran pergerakan barang, manusia maupun jasa, dengan pengembangan prasarana transportasi darat yang sudah cukup memadai untuk menjangkau seluruh kantung-kantung produksi.

KONDISI GEOGRAFI DAN ADMINISTRASI
Kabupaten Sumba Barat memiliki luas daerah 737,42 Km², dan letak geografis pada 9°22’24,47” LS – 9°47’50,14” LS dan 119°6’43,61” BT – 119°32’5,87” BT, dengan batas-batas sebagai berikut :
1. Utara : Selat Sumba
2. Selatan : Samudera Indonesia
3. Barat : Kabupaten Sumba Barat Daya
4. Timur : Kabupaten Sumba Tengah
Kabupaten Sumba Barat menurut data Tahun 2007 berpenduduk 101.688 jiwa dengan wilayah administrasi yang terdiri dari 5 Kecamatan dengan 45 Desa dan 8 Kelurahan dengan ibukota Kabupaten di Kota Waikabubak.
Masing-masing wilayah kecamatan di Kabupaten Sumba Barat adalah sebagai berikut :
1. Kecamatan Lamboya dengan ibukota Kabukarudi (luas wilayah 286,88 km2)
2. Kecamatan Wanokaka dengan ibukota Labi Huruk (luas wilayah 133,68 km2)
4. Kecamatan Loli dengan ibukota Dedekadu (luas wilayah 132,36 km2)
5. Kecamatan Kota Waikabubak dengan ibukota Waikabubak (luas wilayah 44,71 km2)
6. Kecamatan Tana Righu dengan ibukota Malata (luas wilayah 139,79 km2)
Jumlah desa dan kelurahan di tiap kecamatan di Kabupaten Sumba Barat adalah :
1. Kabupaten Lamboya : 13 desa
2. Kabupaten Wanokaka : 10 desa
3. Kabupaten Loli : 6 desa dan 2 kelurahan
4. Kabupaten Waikabubak : 5 desa dan 6 kelurahan
5. Kabupaten Tana Righu : 11 desa
KLIMATOLOGI
Kondisi Kabupaten Sumba Barat memiliki kondisi iklim tropis maritim, dengan dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Temperatur udara minimum terendah 21,8°C dan tertinggi 33,9°C (Bulan Oktober). Curah hujan rendah, berkisar antara 700 mm – 1200 mm/tahun dengan hari hujan sekitar 70-90 hari. Angin umumnya bergerak ke arah barat pada musim penghujan dan bergerak ke arah Timur pada musim kemarau. Kabupaten Sumba Barat memiliki potensi air permukaan yang kurang stabil, disebabkan rendahnya curah hujan dan tingkat porositas tanah yang tinggi sehingga daya tampung tanah terhadap air permukaan terbatas, kondisi seperti ini menyulitkan sistem pengairan bagi areal persawahan maupun pertanian.
TOPOGRAFI
Sebagian besar wilayahnya berbukit-bukit di mana hampir 50 persen luas wilayahnya memiliki kemiringan 140 – 400. Topografi yang berbukit-bukit mengakibatkan tanah rentan terhadap erosi. Jika dilihat dari kemiringannya hampir sebagian besar wilayahnya atau 48,80 % memiliki kemiringan pada interval 14-40 % dan sebagian lagi besar lagi atau 41,81 % berada pada interval 0-14 % sedangkan sisanya sebesar 9,38 % berada pada kemiringan > 40 %.
Sungai-sungai yang ada di Kabupaten Sumba Barat antara lain :
1. Kecamatan Lamboya : Kadengara
2. Kecamatan Wanokaka : Loku Bakul
3. Kecamatan Lolin : Loko Kalada
4. Kecamatan Kota Waikabubak : Tabaka Dana
PENGGUNAAN LAHAN
Sebagaimana karakteristik umumnya Pulau Sumba yang kering, maka penggunaan lahan di Kabupaten Sumba Barat didominasi penggunaan lahan kering 94,43 %. Sedangkan penggunaan lahan sawah hanya sekitar 5,57 %. Penggunaan lahan kering terbesar adalah lahan untuk penggembalaan 19,74 %, sedangkan untuk lahan terbangun seperti rumah dan pekarangan hanya sekitar 4,72 %.
Sumber : http://www.petantt.com

3 komentar:

  1. Hello friend!! nice to be here ;)

    BalasHapus
  2. Nice blog mari berbagi di http://sumbanese.blogspot.com/p/register.html

    BalasHapus

Followers