Selasa

Ringkasan diskusi tentang Tambang bersama Bupati Sumba Tengah

Bagus Samapaty:
@MUS dan Rudi:Terima kasih atas perhatian anda mengenai kemiskinan,kebodohan dan keterbelakangan masyarakat Sumba. Mengenai masalah tambang di Sumba Tengah, kegiatan tersebut masih bersifat eksplorasi/penelitian mengenai kandungan emas yang terkandung didalamnya. Sebelum diadakan eksplorasi tersebut, telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar,dengan pendekatan yang manusiawi, mengenai kegiatan tersebut dan masyarakat menerima dengan baik karena kegiatan tersebut bersifat penelitian.
Dari hasil eksplorasi tersebut akan diketahui apakah dilokasi itu mengandung emas atau tidak. Jika terkandung emas, apakah akan menguntungkan atau tidak (bagi masyarakat dan perusahaan) jika pada lokasi itu dibuka eksploitasi tambang emas. Apabila dari hasil penelitian lanjutan diperoleh hasil bahwa pelaksanaan ekploitasi tambang emas memberikan dampak negatif, bagi masyarakat terutama, maka Pemerintah Daerah tidak akan memberikan rekomendasi untuk dilakukannya eksploitasi tambang emas di lokasi tersebut.
Saya sebagai pimpinan daerah masih memiliki hati, saya tidak akan menjual kemiskinan masyarakat untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dan saya mengundang anda sebagai peneliti untuk melakukan pengkajian secara ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan mengenai tambang emas ini. Apabila dari hasil penelitian anda diperoleh hasil bahwa eksploitasi tambang memberikan dampak negatif, maka hasil penelitian itu akan kami jadikan dasar untuk rekomendasi agar tidak dilakukan eksploitasi di lokasi tersebut.
Saya juga bersedia untuk berdiskusi kepada anda mengenai tambang emas ini,dimana saja dan kapan saja, saya siap.
Mengenai pelaku pembakaran alat bor tersebut, sudah diserahkan sepenuhnya pada kepolisian agar diproses secara hukum, dan diharapkan akan diketahui juga dalang dari pembakaran alat bor itu. Jika sudah diserahkan pada Kepolisian, tidak ada pihak manapun yang bisa mengintervensi proses hukum tersebut. (Drs.Umbu.S.Pateduk)
Mata Untuk Sumba:
@Drs. Umbu Sappi Pateduk via Bagus Samapaty: mengenai penolakan kami, dalam hal ini MUS/host Dr.Kebamoto, adalah penolakan mutlak yaitu tolak tambang di Sumba berapapun kandungan emasnya. Alasannya: 1. Legal standing: tambang emas bukan ur...usan Sumba Tengah saja tetapi urusan seluruh masyarakat sumba, singkatnya seluruh umat manusia di bumi ini. Hak ini melampaui hak politik dan janganlah menganggap bahwa kami sbagai provokator saja yg tidak Memliki hak. Konritnya: urusan KTP, Pajak, pilkada itu urusan bupati sebagai kepala pemerintahan. Namun urusan tambang yg memiliki dampak lingkungan tidak hanya merupakan kepentingan dan urusan bupati dan rakyat sumba tengah.
Kami segera akan memposting alasan penolakan. Saat ini saya jelaskan posisi kami alias legal standing.

Rudi Samapati:
‎@Bapak Drs. Umbu Sappi Pateduk Yang Terhormat: Argumen2 diatas sudah kami baca dengan penuh ketelitian. Isinya tidak berbeda dengan yang telah dimuat dalam surat kabar Pos Kupang sebelumnya. Kalau boleh, saya sebagai salah satu rakyat Sumba Tengah ingin bertanya lebih detail dan rinci mengenai argumen Bapak yang ini: "Apabila dari hasil penelitian lanjutan diperoleh hasil bahwa pelaksanaan ekploitasi tambang emas memberikan dampak negatif, bagi masyarakat terutama, maka Pemerintah Daerah tidak akan memberikan rekomendasi untuk dilakukannya eksploitasi tambang emas di lokasi tersebut". =>a> Penting disini, mengenai timing "kapan"?(waktu penelitian) yang ilmiahnya adalah bisa dilakukan dengan cara dan metode yang sudah baku antara lain lewat pengamatan atau perlakuan2. Nah, Pertanyaannya: Bagaimana kita nantinya bisa memutuskan atau berkesimpulan: Tambang ada/tidak dampak negatifnya? Sedangkan dampak lingkungan yang timbul itu terjadi setelah kegiatan tambang berlangsung?....Mohon klarifikasi tentang logical thinking yang menurut saya sudah keliru sejak awal. Pendapat saya ini sekaligus menjawab ajakan Bapak agar kami melakukan penelitian ilmiah tentang dampak lingkungan yang akan terjadi nantinya. b>Dalam Penelitian untuk mendapatkan informasi atau menguji sebuah hipotesa, selain lewat/pakai cara2 seperti dalam point a. diatas, lazim juga dilakukan studi literatur atau kalau boleh saya singkat, tahap ini bisa kita segera lakukan yakni dengan cara:1>Hasil2 penelitian PASKAH tambang di daerah lainnya di Indonesia kita kumpulkan kemudian kita seminarkan di Anakalang. ATAU 2>Lewat pengamatan langsung dengan cara DPRD, LSM, TOMAS, PT FATHI dan PEMDA mengunjungi langsung (studi banding) tempat-tempat yang pernah dilakukan aktifitas tambang. Yang paling dekat dan murah yakni: Newmount di Sumbawa. 3> Yang nomer 1 dan 2 diatas dapat segera kita kerjakan, lebih bagus lagi kalau perusahaan tambang itu mau membiayai dana kunjungan studi banding tersebut sehingga kita bisa berhemat APBD yang dapat kita manfaatkan buat kepentingan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Terima Kasih, Dan Salam Hormat.

Mata Untuk Sumba:
@Drs. Umbu Sappi Pateduk via Bagus Samapaty: setelah kami sampaikan legal standing tadi dan tentunya menunggu tanggapan saudara, saya harus katakan bahwa saya senanh dengan keterbukaan anda untuk bertemu. Namun demikian, persepsi perlu disamakan dulu. 1. Anda sebagai bupati terlihat jelas tidak teliti. Anda mengacaukan antara eksplorasi dengan penelitian. Eksplorasi adalah pengukuran kandungan emas serta luas wilayah penyebarannya utk keperluan perhitungan mungkin tidaknya bisnis tambang emas dilakukan alias menghitung deposit emasnya. Pelaku eksplorasi adalah calon penambang. sedangkan penelitian lebih spesifik lagi dan harusnya menggunakan akademisi universitas atau lembaga riset. Nah yang anda lakukan apa? Kesan saya pada posting via Bagus Samapaty sangat rancu!!!
2. Dalam penitian, ada cara berpikir logis yg mungkin tidak diketahui oleh org yg belum pernah meneliti. Awal sekali ada STATE OF THE ART. Apa itu? Keadaan mutahir tentang suatu masalah misalnya tambang yg sudah diamini secara luas. Artinya pengetahuan yg sudah dikumpulkan orang itu tidak perlu lagi diteliti atau dipersoalkan dan harus diterima sebagai fakta. Kecuali ad temuan luar biasa. Konkritnya begini: kalau orang terjun dAri ketinggian tertentu (katakan 10 m) kebanyakan orang akan mati. Nah, saya tidak menyarankan siapan pun terjun dRi pohon kelapa utuk menguji kebenaRan ini. Nah, dalam konteks tambang, bahwa tambang akan merusak lingkungan, meninggalkan lubang uang menganga dan sulit mengembalikan fungsi tanah, anda sebagai bupati harus merasa MALU untuk tidak percaya apalagi melakukan riset utk membuktikan hal itu. Tadinya saya senang anda menantang saya utk riset tidak tahunya anda tidak tahu sama sekali kapan penelitian itu boleh diperlukan. Maaf!
Bagaimana? Persepsi sama?
Mengenai masyarakat yg tadinya menerima san berbalik, sebagai saudar sesumba ingin bertanya tanpa mencampuri urusan dengan waeg anda: apakah pada waktu sosialisasi anda menyampaikan semua aspek tambang terbuka ini dari berbagai sisi secara ko prehensif? Jangan2 hanya enaknya yg anda sampaikan. Kalau tambang emas jalan maka kita sumba tengah banyak ua g sudah dn kita akan sejahtra. Mungkin hanya itu dan saya yakin hanya itu. Soalnya anda masih suruh saya teliti sih dampak negatif dari tambang emas itu...kalau ada tulisan atau brosur sosialisasi itu tlg posting di forum ini.
Saya tunggu tanggapan anda swbelum saya sampaikan alasan2 penolakan mutlak kami ttg tambang terbuka apa lagi ketemu anda. Kami, para penolak tambang seluruh sUmba dan nTT dan bahkan meljbatkan Walhi akan bertemu besok. Terbuka kesempatan utk menggalang semua LSM nasional sebagai bukti bahwa urusan lingkungan adalah hak semua umat dn melampaui hak politik anda. Salam dan selamat membangun Sumba.

Kebamoto Tanabi:
@Drs. Umbu Sappi Patedduk via Bagus Samapaty: dari jaringan pribadi.
Bpk bupati yg kami kasihi,
Setelah mengikuti urusan tambang emas di sumba tengah saya pernah menanyakan secara pribadi kepada saudara Ir. Umbu Joka.
Saya menjadi maklum karena masih tahap eksplorasi dan butuh 4 sampai 5 tahun baru ada pembicaraan lanjutan. Saya kaget kalau ada insiden pembakaran dari sekelompok warga saudara-saudara bapak Bupati sendiri.
Tanpa membicarakan siapa yg benar, saran saya agar pak Bupati menarik kasus ini dari kepolisian. Toh, dari pantauan saya di media pihak bupatilah yg melqporkan mereka ke polisi.
Kalau bapak mau, ke 20 saudara bapak itu bisa dibebaskan dan perkaranya dibawa ke perdamaian. Saya percaya celah perdamaian disediakan dalam perdata dan pidana.
Setelah itu, kita duduk sama-sama dan bicara untuk satu tujuan yaitu anak cucu tana marapu.
Kalau bapak ngotot dan mengatakan tidak bisa diintervensi, saya kuatir bapak bupati lagi marah. Kasihan rakyat pak...
Demikian harapan saya sebagai saudara satu sumba yg jauh di mata!
Salam hormat, kebamoto.

Bagus Samapaty:
@MUS:Terima kasih atas koreksi anda,tp yg saya maksudkan adalah eksplorasi dan bukan penelitian.Yang mengeluarkan ijin eksplorasi itu bukan bupati tetapi gubernur,sehingga jika anda ingin menghentikan eksplorasi ini anda silahkan berbicara kpd gubernur.Apabila dalam eksplorasi ditemukan kesalahan,maka gubernur yg berhak menghentikan eksplorasi tersebut. Anda punya hak utk berpendapat krn negara menjamin itu,tetapi pemerintah juga memiliki dasar utk bertindak.Oleh sebab itu silahkan anda menghimpun seluruh elemen sbg mana yg anda maksudkan utk mempertanyakan masalah eksplorasi tambang di Sumba Tengah.Tetapi yang pasti pemerintah atau kami pejabat yg mendapat kepercayaan dari rakyat tidak pernah dan tidak akan pernah mengorbankan kepentingan rakyat utk keuntungan pribadi,memperoleh kekuasaan,kami msh punya moral.Tetapi anda tidak bisa memaksakan kehendak anda bahwa pendapat anda lebih benar,biarlah hukum dan aturan yg membuktikan siapa sesungguhnya yg memiliki keperdulian ttg rakyat Sumba.Kami sebagai pejabat yg diberi kepercayaan oleh rakyat sangat terbuka utk menerima koreksi dari siapapun utk perbaikan kehidupan masyarakat Sumba.
@Doktor Kebamoto yg terhormat,bahwa yg melaporkan peristiwa pembakaran dan pengrusakan alat2 eksplorasi yg dimiliki PT.Fathi adalah karyawan/pekerja PT.Fathi yg pada malam itu diteror dan diancam oleh sekelompok masyarakat.Untung mrk melarikan diri dan sembunyi di semak2,klo tidak mereka bisa meninggal.Jadi saya sbg bupati mendapat laporan dari karyawan dan warga masyarakat yg bekerja.Jadi bukan bupati yg melaporkan kepada polisi
Krn sdh di tangan polisi,saya sbg bupati tdk bisa mengintervensi,dan paling terutama adalah agar otak pelaku pembakaran tersebut dpt diungkap
Melalui peristiwa ini,semua pihak dpt pembelajaran(pemerintah,masyarakat dan pemilik moda),di negara indonesia yg menjunjung tinggi HAM dan hukum,dalam menyatakan pendapat hrs elegan dan bermoral,bukan dengan intimidasi dan teror.

Bagus Samapaty:
@Doktor Rudi yg terhormat,penghentian tambang di sumba tidak menjamin msy sumba terhindar dari bencana seperti kemarau panjanng,gagal panen,dan kelaparan.
Dengan kemajuan iptek yg dimiliki oleh msy internasional dan msy INA,sesungguhnya dpt mengurangi akibat yg merugikan msy yg timbul dr pertambangan jika dilaksanakan
Tambanng bukan satu2nya jalan atau cara utk meningkatkan hajat hidup org sumba,contoh nya dgn pendidikan yg sangat minim manusia sumba msh bisa beternak dan bertani scr sederhana utk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Yg benar bukan belokasi di Tanadaru(Sumba Tengah) tetapi di Paliratana,desa Praikaroku Jangga,kec Umbu Ratu Nggay.Mengapa tdk dilaksanakan di gurun pasir atau di lepas pantai krn data awalnya adalah hanya ada potensi tambang di Paliratana.
Terima kasih Doktor Rudi, tetapi lbh baik anda datang sendiri ke sumba utk mendapat informasi yg akurat,sebab informasi dari media sdh membias dan tdk obyektif,bahkan cenderung provokatif.
Pemerintah yg ada d Sumba Tengah saat ini,tdk akan pernah menjual kemiskinan utk kepentingan kekuasaan dan kepentingan ekonomi,pemerintah msh berpihak pada rakyat dan tdk akan mengorbankan kepentingan rakyat demi pemilik modal.
Tetapi pemerintah ttp membutuhkan investasi utk membuka lapangan pekerjaan baru, agar dpt mengurangi pengangguran dan kemiskinan dan jg ttp menjunjung tinggi harkat kemanusiaan.

Mata Untuk Sumba:
@Bagus Samapaty: (mudah2an ini tanggapan bupati sumba tengah).
1. Terima kasih kalau ternyata ijin itu dikeluarkan oleh gubernur. Sayangnya, anda sebagai bupati tidak bisa melaporkan dan meminta penghentian eksplorasi ini ke gubernur. Dengan adanya masalah di lapangan apakah bukan urusan anda untuk membicarakan hal ini dengan gubernur? Kelihatannya anda juga setuju bukan? Dan pernyataan anda di media menguatkan hal ini. Baiklah, saya akan usahakan menyampaikan hal ini ke gubernur.
2. Sayang sekali anda tidak mengerti penulisan saya dalam tanda kutip pada status saya yg lalu. Saya toh mengutip pernyataan anda di Suara pembaruan on-line bahwa pihak andalah yg melaporkan kejadian ini ke polisi. Tanggapan anda harusnya memuat pernyataan bahwa berita di suara pembaruan salah!

Saya tidak akan dan tidak pernah mengharuskan pendapat saya yg paling benar. Saya hanya mengatakan bahwa penolakan kami adalah mutlak dan tidak bergantung pada kandungan emas di dalamnya yg anda peroleh dari hasil eksplorasi. Dengan demikian, eksplorasibtidak diperlukan. Kedua hal ini ibarat buah apel dan mangga. Anda jangan membingungkan antara apel dan mangga.

Rudi Samapati:
@Bagus tersayang:
Terima kasih atas tanggapan komentar saya terdahulu. Agar lebih fokus izinkan saya untuk menanggapi komentar balasan diatas, kemudian nanti saya juga akan tulis surat khusus, kepada Om Bintang saya yang terkasih dan tersayang (rana pribadi).

1. Bencana tambang dapat dihindari dengan menghentikan tambang. Gagal panen, kekeringan sulit dihindari karena alam. Mari dikurangi penderitaan dengan menghentikan tambang.

2. Belum ada teknologi yg ampuh mengembalikan fungsi tanah bekas tambang seperi semula. Kalau ada, mulai Afrika, Irian, Bangka dll sudah diteraplan. Kalaupun dilakukan, biayanya jauh lebih mahal misalnya mengembalikan kimia tanah dan mencegah longsor.

3. Investor sangat dibutuhkan tetapi bidang investasinya harusnya meminimalisasi dampak buruk lingkungan yg menjamin keberlangsungan turun temurun. Jangan terlalu bergantung investor luar, investasi masyarakat pun sangat berpotensi.

4. Persoalan pembangunan tidak terletak semata-mata pada uang. Beberapa tahun terakhir, justru penyerapan dana pembangunan NTT hanya 60%. Itupun "jor-joran" diakhir tahun. Masalahbya terletak pada penciptaan program. Justru dana DAU dan DAK sangat banyak dibandingkan hasil emas yg belum kelihatan. Fokus pertanian dan peternakan, pariwisata bagi Sumba Tengah jauh lebih handal dan utk itu butuh lahan. Penolakan tambang berkaitan erat dengan ketersediaan lahan utk pertanian dan peternakan dan dapat dicapai dengan sebagian investasi masyarakat.

5. Argumen lainnya sudah saya jawab dan uraikan dalam NOTIZ: Argumentasi tolak Tambang.

Semoga diskusi-diskusi yang sangat intens ini, bermanfaat bagi kita, bagi rakyat dan PEMDA itu sendiri.

Salam,

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Followers