Selasa

Berbanggalah Warga Pulau Sumba, Sebentar Lagi Ada Listrik Tenaga Angin

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

Empat daerah di pulau Sumba (Kamanggi, Kaligi, Palihi dan Tanah Rara) boleh berbahagia. Daerah-daerah tersebut sebentar lagi akan diterangi oleh proyek pembangkit listrik tenaga angin yang dibuat oleh Ricky Elson bersama timnya, atas persetujuan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, ungkap Ricky khusus kepada Tribunnews.com, Senin (14/1/2013) sore, di Tokyo.

"Tim saya sedang menyiapkan pembangunan listrik di pulau Sumba menggunakan tenaga angin yang kita ciptakan sendiri dan mudah-mudahan Maret nanti sudah bisa terasa manfaatnya bagi masyarakat di sana, meskipun ada sedikit hambatan di pendanaan, tetapi Insyaallah bisa segera diatasi."

Sebanyak 100 unit akan dibangun di Sumba mulai bulan ini khususnya di empat daerah tersebut. Satu unit dengan biaya sekitar 800 dolar AS per unit atau sekitar Rp 7,7 juta (kurs Rp 9.600 per dollar AS), "Semenatara masih dari produksi Perusahaan tempat saya bekerja di Jepang. Insyaallah nantinya kita bisa produksi sendiri akan lebih murah lagi harganya. Harga tersebut adalah sepertiga harga turbin jepang yang biasa. Kemampuan turbin yang akan dipakai di Sumba masih tiga kali lebih baik daripada buatan SouthWest Amerika yang harganya sekitar 13 juta rupiah," ujarnya.
Ricky yang menciptakan teknologi dapat menghilangkan cogging serta teknologi less umbrella di bagian pelilitan kabel pada motor, menggunakan penemuannya itu untuk proyek di Sumba tersebut, "Dengan teknologi menghilangkan cogging tersebut, kita dapat meningkatkan kemampuan pembangkit listrik tenaga angin yang saya buat tersebut."

Turbin tenaga angin yang akan dipasang masih kecil sekitar 1,6 meter dengan kemampuan 2,6 kwh per hari setiap kali pengisian, berarti dapat memenuhi batere 100 amp untuk dua unit per hari.
"Semua sistem itu akan dipasang bersama sistem hybrid dan solar panel, satu unit bisa menghasilkan 500 watt peak. Dari 100 unit itu akan dipecah di tiap daerah tergantung jumlah kepala keluarganya. Lalu kita siapkan pula perawatannya. Misalnya tak ada angin beberapa hari maka listrik tetap bisa dipasok melalui hybrid tenaga angin dengan solar pv. Harga turbin tenaga angin kita jauh lebih murah daripada negara lain terutama dibandingkan dengan Jepang. Sedangkan turbin yang saya buat telah diuji coba selama setahun di Cipatujah dan sudah mengalami sekitar 60-80 kali badan ternyata baik dan tak ada kerusakan apa pun."

Pemasangan turbin tenaga angin Ricky masih kecil sehingga tidak ada dampak berarti seperti yang sering kita dengar adanya polusi suara.
"Itu yang besar, kita punya yang kecil. Lagi pula tergantung tempat pemasangan pula. Alat yang saya buat itu untuk kecepatan 10 meter per second sudah tidak berbunyi dan saat 17 meter per second kita tak tahu mana membedakan bunyi angin atau bunyi turbin. Jadi suaranya sangat halus dan tak akan berdampak atau berpolusi apa pun yang berarti."

Dengan pembangunan turbin tenaga angin tersebut, nantinya diharapkan akan membuat berbagai komponen pula, termasuk baling-balingnya. Ada maintenance pula yang bisa diserahkan kepada lulusan STM jadi akan ikut menyerap tenaga kerja dengan baik pula, "Selama ini tenaga listrik di berbagai pulau kecil Indonesia biasanya dengan diesel dan solar yang di Jakarta mungkin 4.000 rupiah seliter tetapi di pulau-pulau itu menjadi 10.000 rupiah se liter, semua menjadi sangat mahal."
Tinggi tower turbin tenaga angin yang dibuat Ricky adalah 4 meter, "Lain dengan yang di Bantul saya lihat 15 meter, harganya pasti mahal. Kita ingin berkreasi lebih baik dan lebih murah. Untuk itu banyak hal perlu kita kembangkan di Indonesia. Dan belum lama kalau tak salah sekitar 28 Desember lalu saya melihat kompetisi perancangan turbin oleh UGM Yogya. Hal itu sangat bagus. Kita harus perbanyak tenaga ahli turbin yang saat ini masih sangat sedikit. Jadi lomba-lomba seperti itu perlu dirangkul dan dikembangkan lebih lanjut di Indonesia."

Di masa depan Ricky mengakui akan membuat perusahaan sendiri bersama rekan-rekannya yang lain untuk pengembangan teknologi di Indonesia. Satu contoh anak bangsa yang sukses di Jepang dan segera mengabdikan kemampuannya untuk bangsa dan negara Indonesia. Wajar kalau kita berikan jempol kepada keberanian dan semangatnya untuk membangun tanah airnya lebih lanjut.

Sumber : Tribunnews.com

3 komentar:

  1. Wah mantaps kalo ada Pembangkit Listrik Tenaga Angin, bisa menghemat subsidi BBM yang dipake kebanyakan Pembangkit listrik di Indonesia

    BalasHapus

Followers